Dipercaya Titisan Dewa, Berikut Fakta Menarik Seputar Bocah Gimbal Dieng

Funtrips Tour > Blog > Dipercaya Titisan Dewa, Berikut Fakta Menarik Seputar Bocah Gimbal Dieng
Bocah Gimbal Dieng

Dieng yang merupakan dataran tinggi di Jawa Tengah ini memiliki pemandangan yang luar biasa. Potensi wisata yang dimilikinya memang luar biasa, apalagi ditambah dengan udaranya yang dingin. Selain wisata alam, terdapat juga wisata budaya yang begitu kondang. Terutama akan kehadiran Bocah Gimbal Dieng yang memiliki beberapa fakta menarik berikut.

Fakta Menarik Tentang Bocah Gimbal Dieng

  1. Dipercaya Merupakan Titip Dewa

Dieng terdiri dari kata Di yang dalam bahasa kawi memiliki arti gunung. Sementara Hyang memiliki arti dewa. Membuat Dieng jika diartikan secara harfiah artinya adalah tempat dewa dewa bersemayam. Mungkin karena hal inilah membuat anak anak yang memiliki rambut gimbal berhubungan dengan dewa dewa yang dipercaya masyarakat setempat.

BACA JUGA : Berikut Cara Beli Tiket Dieng Culture Festival

Dewa yang dimaksudkan bernama Nyai Dewi Roro Ronce yang konon adalah abdi Nyi Roro Kidul. Menurut kepercayaan, Nyi Roro ronce menitipkan bocah tersebut kepada Kyai Kolodete seorang Tumenggung yang diutus untuk menyiapkan pemerintah di Dieng pada Kerajaaan Mataram abad ke 14. Dan sampai saat ini katanya masih ada di telaga Balai Kambang Dieng.

  1. Memiliki Permintaan Unik

Anak anak yang memiliki rambut gimbal ini diperlakukan dengan begitu istimewa. Mereka akan diperlakukan berbeda yang membuat mereka akan lebih eksploratif, ekspresif juga lebih manja. Sampai nantinya ketika akan menjalani ruwat, Bocah Gimbal Dieng akan meminta permintaan khusus. Tentu saja permintaan yang tersebut beragam dan unik.

Mulai dari yang meminta barang mewah sampai permintaan yang sangat mudah dipenuhi. Dilansir di Liputan6.com, salah satu dari anak gimbal pernah ada yang meminta sate telur puyuh dengan jumlah 3 tusuk dan sate ayam 2 tusuk. Memang terdengar sederhana, tetapi ia ingin membelinya di depan rumah sakit. Yang mana tidak semua rumah sakit menjual makanan ini.

  1. Terdapat Acara Ruwatan atau Pemotongan Rambut Khusus
Cek Lainnya :  Tentang Dieng Culture Festival dan Keunikannya yang Menarik Banyak Pengunjung

Seperti yang disinggung sebelumnya, budaya yang ada di Dieng masih sangat kental. Ruwatan atau yang dikenal dengan proses penyucian ini begitu lekat dengan tradisi Jawa. Perlu anda ketahui jika ukuran kesejahteraan menurut kepercayaan yang ada adalah hadirnya anak anak berambut gimbal ini.

Semakin banyak yang memiliki rambut gimbal alami, maka Dieng akan semakin makmur. Maka dari itu prosesi ruwatan selalu diadakan secara besar besaran. Prosesi ini masuk dalam rangkaian kegiatan Dieng Culture Festival yang setiap tahun diadakan. Konon jika pemotongan rambut Bocah Gimbal Dieng tanpa ritual, akan tumbuh kembali.

Banyak juga yang sudah mencoba memotong tanpa kemauan si anak dan tanpa ritual, tetapi tidak berhasil. Dan rambut gimbal yang muncul ini juga akan ditandai dengan panas tubuh pada anak. Untuk yang mengikuti ruwatan biasanya mulai dari usia 4 sampai 6 tahun. Pada saat ini, keinginan sang anak juga harus dituruti atau dikabulkan.

Dieng Culture Festival Ruwatan Bocah Gimbal DiengĀ 

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, acara ruwatan ini sudah menjadi agenda Dieng setiap tahunnya. Sebelum proses cukur rambut di mulai, para sesepuh dan para anak gimbal akan diajak untuk ritual doa. Ritual doa ini berada di tempat tempat seperti Kawah Sikidang, Candi Arjuna, Telaga Balai Kambang, gua yang ada di Telaga Warna dan lokasi penting lainnya.

Dimana tempat tempat tersebut juga termasuk dalam destinasi wisata Dieng yang bisa dikunjungi. Setelah melakukan ritual doa, malam harinya akan terdapat upacara Jamasan Pusaka. Dalam upacara ini akan dilakukan pencucian pusaka yang akan dibawa untuk kirab. Barulah keesokan harinya Bocah Gimbal Dieng yang akan dicukur akan dikirab.

Cek Lainnya :  Berlibur Menggunakan Paket Pulau Pahawang Murah

Perjalanan kirab ini biasanya akan dimulai dari rumah sesepuh dan akan berhenti di sekitar Sendang Sedayu atau Sendang Maerokoco. Selama kirab, anak anak istimewa ini akan dikawal oleh tokoh masyarakat, para sesepuh sampai kelompok paguyuban seni. Arak arakan inilah yang membuat Dieng Culture Festival menjadi tujuan wisatawan.

Kegiatan ini biasanya akan dilakukan di sekitar bulan Agustus – November. Rangkaian acaranya tidak hanya mencukur rambut saja, tetapi juga ada pameran UMKM juga pertunjukkan seni. Pertunjukkan sendratari biasanya akan dilakukan oleh anak Gimbal dan penampil seni lainnya. Puncak acaranya memang melakukan pencukuran.

Begitu rambut sudah dicukur akan ada prosesi pelarungan rambut gimbal yang ada di Telaga Balekambang. Acara yang istimewa bagi Bocah Gimbal Dieng ini akan dimulai dari pagi sampai malam hari. di waktu tertentu akan ada event menerbangkan lampion bersama sama. Keseruan acara tahunan di Dieng ini selalu ditunggu oleh wisatawan.

Selain bisa mengunjungi tempat tempat cantik di Dieng, anda juga bisa menjadikan Dieng Culture Festival sebagai tujuan liburan budaya. Anda bisa menyaksikan sendiri bagaimana ritual untuk anak anak gimbal yang hanya bisa ditemukan di Dieng. Namun pastikan anda mencari jauh jauh hari jika ingin datang pada saat momen spesial ini.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo, Chat Kami Sekarang !